Orang Tua yang Curang Di PPDB Disebut Menko PMK Sedang Didik Anaknya Jadi Koruptor

foto;Kompas.com

Kanaltujuh.com,-

Menggapi maraknya cara curang yang dilakukan orang tua murid agar anaknya lolos dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendi angkat bicara.

Muhadjir mengatakan cara curang yang ditempuh orang tua murid seperti mengaku miskin dengan tujuan agar anaknya lolos melalui jalur afirmasi, namun faktanya memiliki toko besar, bahkan yang lebih parah meminjam alamat orang lain agar lolos dalam sistem zonasi.

Baca Juga:
Ahli Waris Pahlawan Nasional Dapat Tunjangan Rp 50 Juta Per tahun

 

Menurutnya kecurangan yang dilakukan oleh orang tua tersebut kelak bakal ditiru oleh sang anak. Padahal, kata dia, anak-anak seharusnya ditananamkan pendidikan moral. “Orang tua juga harus menyadari kalau sejak awal anak-anaknya sudah dididik dengan cara curang, ya itu nanti jadi calon koruptor itu,” Kata Muhadjir di kawasan Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2023) dikutip dari tempo.co.

kendati menuai banyak polemik bahkan hingga kritikan, Muhadjir menegaskan pihaknya tetap akan meneruskan sistem PPDB Zonasi. Alasannya sistem ini bakal membuat pemerataan sekolah dan pendidikan, sehingga tidak ada kastanisasi sekolah.

Baca Juga:
KPK Terus Kembangkan Kasus, Kemungkinan Bupati Ponorogo Sugiri Terima Suap Di Dinas Lain

Sebelum ada PPDB Zonasi lanjutnya kecurangan saat memasukan siswa ke satu sekolah lebih sering terjadi. “Semua sekolah harus favorit, sehingga seorang itu tidak harus kemudian melakukan kecurangan karena masih terpersepsi ada sekolah favorit itu,” ungkapnya.

Sebagai antisipasi kecurangan tersebut, Muhadjir memerintahkan pemerintah daerah untuk segera menyusun peraturan yang menegakkan peraturan. Sehingga ketika ada kecurangan terdeteksi, akan ada penindakan yang jelas.

Selain itu, Muhadjir memerintahkan daerah yang menemukan kecurangan pada proses PPDB Zonasi untuk segera melakukan evaluasi internal. Menurut Muhadjir, persoalan kecurangan ini hanya ditemukan di daerah saja.

Baca Juga:
Politisi PDIP Guntur Romli Tolak Gelar Pahlawan Nasional Untuk Soeharto

“Contohnya DKI, setahu saya sekarang ini justru sudah sangat bagus karena saya tahu intervensi di dalam kerangka pemerataan kualitas pendidikan di DKI sangat bagus, bukan hanya negeri yang diperhatikan, termasuk bantuan untuk swasta,” kata Muhadjir.

Dengan pengawasan yang ketat oleh Pemda, Muhadjir Effendy menyebut masyarakat bakal nyaman dan orang murid tidak perlu lagi melakukan kecurangan untuk mengejar sekolah favorit.

Mengenai usulan pembentukan Satgas PPDB agar pengawasan dapat maksimal, Muhadjir menyerahkan hal itu ke mekanisme Undang-Undang.

“Satgas PPDB cukup di tingkat masing-masing, kalau SMA/SMK itu tanggung jawab pemerintah provinsi, kalau SD, SMP itu tanggung jawab kabupaten kota, kan sudah ada itu dalam Undang-Undang. Jadi jangan menimpakan kesalahan di tingkat pemerintah pusat,” urainya.

Baca Juga:
Dr.Tifa Ditetapkan Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Ini Responnya
Penulis: herman subagioEditor: Fabian Kalijaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *