Jakarta,kanaltujuh.com
Eks Komisaris Utama PT.Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menantang jaksa untuk memeriksa BUMN dan Presiden.
Pernyataan ini disampaikan Ahok ketika dia dihadirkan sebagai saksi dalam sidang dugaan tata kelola minyak mentah di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (27/01/2026).
Awalnya jaksa menanyakan keterangan Ahok didalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebut dua nama yakni DJoko Priyono dan Mas’ud Khamid yang keduanya mantan direksi di anak perusahaan Pertamina.
Ahok kemudian menjawab baginya dua dirut tersebut merupakan dirut terhebat yang pernah dimiliki Pertamina. Kedua orang ini memiliki tugas memperbaiki produksi kilang termasuk memperbaiki Patra Niaga.
“Makanya saya sangat senang dengan mereka, semua yang saya arahkan dia kerjakan termasuk soal editif,” kata Ahok dalam persidangan dikutip dari tayangan YouTube Tribun MedanTV
Djoko Priyono kata Ahok merupakan asli orang kilang dan merupakan orang yang terbaik pengetahuannya tentang kilang. Dari Djoko pula Ahok mengetahui kelemahan tentang kilang dan apa yang harus diperbaiki.
“Ketika dicopot, sayapun mau nangis, saya telepon dia, dia bilang gini pak sudahlah pak, saya di Jogya saja, kerja las saja pak,” ungkap Ahok.
Menurutnya BUMN dianggap keterlaluan ketika mencopot seseorang yang bukan meritokrasi.“Ini orang terbaik Pak Djoko itu,” jelasnya.
“Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot,” tantangnya.
