AS Salah Perhitungan, Dengan Membunuh Ali Khamenei Iran Menyerah Ternyata Tidak, Iran Justru Semakin Brutal

AS Salah Perhitungan, Dengan Membunuh Ali Khamenei Iran Menyerah Ternyata Tidak, Iran Justru Semakin Brutal
Foto: serangan-rudal-iran-menghantam-wilayah-tel-aviv-israel-pada-sabtu-282-waktu-setempat-total-ada-20-orang-terluka-dan-satu-lainnya tewas/ Reuters/Gideon Markowicz

Kanaltujuh.com

Analis Kajian Strategi Inteligen Universitas Indonesia Ridwan Habib mengatakan perhitungan Amerika Serikat dalam melakukan serangan ke Iran adalah sebuah kegagalan besar.

Amerika Serikat kata dia mengira dengan membunuh Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei semua artileri pertahanan Iran akan menyerah dan tidak melakukan serangan balik.

“Tapi yang terjadi justru sebaliknya serangannya justru semakin intensif dan mereka sekarang membagi divisinya menjadi 31 divisi di Iran itu,”kata Ridwan dikutip dari tayangan YouTube @tvOneNews, Selasa (03/03/2026).

Baca Juga:
Pengecut, Usai Serang Iran, Netanyahu Sembunyi di Bunker

Dari 31 divisi tersebut sambungnya Pemimpin IRGC atau Garda Revolusi Iran membolehkan tiap divisi untuk melakukan serangan ke Amerika Serikat maupun Zionis Israel secara mandiri.

“Jadi tidak harus satu komando dari Teheran, mereka bisa menyerang kapan saja dengan target yang mereka pilih sendiri. Ini akan menyulitkan bagi Israel maupun Amerika karena mereka akan susah untuk melakukan deteksi dini,” jelasnya.

Strategi Iran ini terbukti berhasil karena beberapa drone utama milik Iran berhasil melakukan serangan di beberapa pangkalan militer milik Amerika Serikat yang berada di Kawasan Teluk.

Baca Juga:
Trump Puji Prabowo dan Bilang Tak Berani Melawannya

Iran sendiri saat ini sedang mencoba Rudal baru yakni Rudal Balistik Sijil yang memiliki kecepatan 15 Mach dan bila ditembakkan ke Tel-Aviv maka akan menimbulkan kerusakan yang sangat ekstrem.

Sementara Israel sendiri melalui IDF (Israel Defend Force) mengklaim telah mengerahkan sekitar 300 jet tempur yang tujuannya untuk melumpuhkan pertahanan Iran.

Namun fakta berkata lain Iran justru melakukan serangan balik secara membabi buta dengan menggunakan rudal balistik yang kecepatannya hipersonik ditambah lagi dengan menggunakan teknik disperse.

“Jadi menggunakan rudal murah dulu sekitar 50 ribu US Dollar, sekitar Rp.800 juta, begitu itu ditembak oleh sistem pertahanan Iron Dome barulah rudal canggih milik Iran meluncur, sehingga itu menguras energy baterai dari Iron Dome yang ada di Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab dan itu sangat merisaukan,” terangnya.

Baca Juga:
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Dikabarkan Wafat

Sementara target Iran sendiri adalah membuat kawasan Teluk menjadi medan bersama sehingga Iran berharap koalisi Amerika Serikat yang ada di Teluk runtuh. “Dan itu sangat merepotkan Amerika,” ujarnya.

Kegagalan Amerika berikutnya adalah bila Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei tewas maka rakyat Iran akan tunduk, ternyata itu sebuah prediksi yang salah.

“Begitu Ali Khamenei Wafat atau Syahid, bendera merah dipasang . bendera merah itu adalah simbol dari perang total,” kata Ridwan.

Selain itu pasca perang saat ini Iran begitu lihai memainkan perang propaganda terhadap musuh-musuhnya seperti munculnya isu Agen Mossad milik Israel dikabarkan akan melakukan pemboman kedutaan As di Saudi.

Baca Juga:
Trump Puji Prabowo dan Bilang Tak Berani Melawannya
Penulis: herman subagioEditor: herman subagio

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *