Berita  

Bupati Arifin : Untuk Apa WFH, Jika Tak Ada Penurunan Biaya Operasional 20% Dan Struktur APBD Tak Berubah

Foto: Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin usai melantik sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama di Bawarasa, Pendopo Kabupaten Trenggalek

Trenggalek,kanaltujuh.com

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin mengatakan jika WFH (Work From Home) tujuannya adalah untuk penghematan energy maka jika hal itu diterapkan harus dibuktikan terlebih dulu melalui simulasi,

Dengan adanya simulsi kata Bupati Arifin maka akan terlihat apakah benar terjadi efisiensi selama WFH diterapkan di lingkup Pemerintah Kabupaten Trenggalek.

“kalau setiap minggu ada WFH sehari sekali berarti sebulan ada 4 kali. Kalau hari kerja 25 hari (maka) 4 kali dalam 25 hari itu berarti kurang lebih 20 persen,” kata Bupati Arifin.

Baca Juga:
Mensesneg Pastikan Per 1 April 2026 BBM Tidak Naik, Subsidi Maupun Non Subsidi

“Jadi kalau kamu gak masuk atau kamu kerjanya di luar berarti harusnya kan ada penghematan 20 persen, ya nanti akan saya mau minta simulasi berapa itu biaya penghematan dari kantormu bisa turun 20 persen betul tidak,” jelasnya.

Selain mempertanyakan biaya operasional kantor apakah mengalami penurunan atau tidak selama WFH berlangsung, Bupati Arifin juga mempertanyakan apakah biaya pembayaran listrik, perjalanan dinas dan makan minum juga mengalami penurunan 20 persen selama WFH diterapkan.

“Kalau gak bisa menurunkan kayak begitu ya buat apa WFH. Jadi kalau memang WFH ya harus turun, struktur APBD-nya harus berubah, itu yang saya minta,” terangnya.

Baca Juga:
Kebebasan Mencari Informasi Dibatasi, Pemkab Trenggalek Godok Raperda KIP

Bupati Arifin melanjutkan jika WFH diterapkan dan terjadi penurunan biaya operasional senilai 20 persen maka dana penurunan tersebut akan dialihkan untuk pembangunan infrastruktur dan untuk dana cadangan ketika nantinya terjadi krisis ekonomi.

Penerapan WFH sendiri kata Bupati Arifin tidak harus dilaksanakan pada hari Jumat dalam satu minggu, alasannya akan ada kesan ASN akan memiliki long weekend atau ibur yang panjang jika diterapkan di hari Jumat.

Kendati demikian untuk ASN yang bekerja pada pelayanan publik pihaknya tidak meminta adanya efisiensi , alasannya karena mereka yang bekerja pada pelayanan publik seperti layanan kesehatan maka mereka harus memberikan pelayanan yang prima.

Baca Juga:
Liga Spanyol, Barca Menang Tipis 1-0 Lawan Rayo

“Tapi kalau yang lain-lain yang terkena WFH, ya kalau WFH itu untuk penghematan biaya, untuk penghematan energy ya penghematannya berapa itu nanti yang akan saya kejar,” ucapnya.

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *