Diancam Trumph, Iran Balas Ganti Ancam Tutup Selat Hormuz Total

Foto: Juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari /Tangkapan layar @metrotvnews

kanaltujuh.com

Juru bicara markas pusat Khatam Al-Anbiya, Ebrahim Zolfaghari menegaskan jika Amerika Serikat menghancurkan pembangkit listrik Teheran maka Iran akan melakukan balasan secara mengerikan.

Pernyataan ini disampaikan Ebrahim menanggapi pernyataan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trumph yang sebelumnya mengancam jika Iran tidak membuka Selat Hormuz dalam 48 jam maka AS akan menghancurkan pembangkit listrik Teheran.

Dikutip dari tayangan YouTube@metrotvnews, Ebrahim Zolfaghari menjelaskan beberapa langkah serangan balasan Iran.

Yang pertama Iran akan menutup Selat Hormuz secara total dan tidak akan dibuka lagi, sampai pembangkit listrik Iran yang hancur dibangun kembali.

Yang kedua seluruh pembangkit listrik, infrastruktur energy dan teknologi informasi rezim Zionis akan menjadi target secara luas.

Yang ketiga perusahaan serupa di kawasan yang memiliki pemegang saham Amerika akan dihancurkan sepenuhnya.

Yang keempat pembangkit listrik di negara-negara kawasan yang menampung pangkalan Amerika Serikat akan menjadi target yang sah.

Sebelumnya pada Sabtu (21/03/2026) Presiden Amerika Serikat Donald Trumph menulis pada Truth Social bahwa jika Iran tidak segera membuka sepenuhnya Selat Hormuz dalam waktu 48 jam maka AS akan menyerang dan menghancurkan berbagai pembangkit listrik Iran.

Penutupan Selat Hormuz dilakukan Iran sejak Israel-Amerika Serikat melakukan agresi terhadap Iran pada 28 Februari 2026 yang lalu.

Exit mobile version