kanaltujuh.com
Presiden Amerika Serikat Donald Trumph mengklaim telah melakukan negoisasi dengan Iran, sementara Kementrian Luar Negeri Iran membantah hal tersebut dengan mengatakan tak pernah ada negoisasi dengan Amerika Serikat.
Dikutip dari tayangan YouTube @metrotvnews, Presiden Trumph pada Senin (23/3) melalui platform X mengunggah sebuah tulisan yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah menjalani diskusi yang baik dan produktif.
Dalam unggahan tersebut Trumph juga memerintahkan penundaan rencana serangan pada pembangkit tenaga listrik dan fasilitas energy Iran.
Alasan Trumph menunda serangan ke Iran karena selama negosisasi berlangsung terjadi sebuah percakapan yang sangat baik dan produktif dalam dua hari terakhir yang bertujuan meredakan ketegangan di Timur Tengah.
Kendati demikian Kementrian Luar Negeri Iran pada hari Senin (23/3) langsung membantah pernyataaan Trumph tersebut.
Juru bicara Kemenlu Iran Ismail Baghaei mengatakan negara-negara sahabat, baru-baru ini mengirimkan pesan kepada Iran yang mengindikasikan keinginan Amerika Serikat untuk memulai pembicaraan untuk mengakhiri perang namun Iran belum menanggapi.
Baghaei juga mengatakan sikap Iran terhadap Selat Hormuz serta syarat-syaratnya untuk mengakhiri perang belum berubah.
Begitupun Ketua Parlemen Iran Mohammad Bhager Ghalibaf juga membantah klaim dari Presiden Amerika Serikat tersebut. Dalam sebuah unggahan di akun X, Bager menuliskan tidak ada negoisasi dengan Amerika Serikat.
