Trenggalek,kanaltujuh.com,-
Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Mugianto mengatakan dari hasil rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah terkait diketahui bahwa pagu anggaran untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem di kabupaten Trenggalek terbilang minim.
Oleh karena kata dia Komisi II akan melaporkan hal tersebut dalam rapat Badan Anggaran tentang bagaimana membuat skema program maupun kegiatan yang sasarannya bisa menurunkan angka kemiskinan ektstrem.
Lebih lanjut Mugianto menyampaikan pada Dinas Peternakan dan Dinas Perikanan terdapat beberapa program yang sasarannya menurunkan angka kemiskinan. “akan tetapi setelah kita melihat plafon anggaran sementara itu, sangat kecil,” kata Mugianto usai memimpin rakor di lantai dua gedung DPRD Trenggalek, Rabu (9/8/2023).
Politisi dari Partai Demokrat ini kemudian mengatakan ketika pihaknya melihat minimnya anggaran untuk penanganan kemiskinan ekstrem maka langkah yang akan ditempuh adalah mendorong sekaligus mensuport dengan nilai anggaran yang cukup.
Ia lalu menerangkan angka kemiskinan ekstrem di kabupaten Trenggalek sebanyak 4000 KK dengan jumlah personil sejumlah 10 ribu orang. Sementara plafon anggaran untuk penanganan kemiskinan ekstrem pada Dinas Peternakan hanya 100 juta rupiah, begitupun plafon anggaran pada Dinas Perikanan 150 juta rupiah.
“itu sasarannya juga masyarakat yang miskin ekstrem, tapi kan baru ada 6 orang KK sama yang lele tadi 6 KK saja (sementara) targetnya 4000 KK kok kita itu,” terangnya.
