Trenggalek,kanaltujuh.com
Menanggapi aspirasi dari PPG Prajabatan yang meminta perekrutan calon tenaga guru menggunakan aplikasi Mapping dan memprioritaskan warga Trenggalek, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Trenggalek Agus Setiyono angkat bicara.
Agus mengatakan persoalan rekruitmen yang menggunakan aplikasi dengan sistem mapping itu hal teknis yang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
“Pemkab Trenggalek secara persurat telah memohon kepada pemerintah pusat agar dalam rekruitmen memprioritaskan putra daerah,” kata Agus ditemui di ruang kerjanya, Jumat (09/01/2026).
Adapun yang dimaksud putra daerah dalam hal ini kata dia adalah mereka yang merupakan lulusan PPG Prajab diharapkan dapat diterima untuk formasi guru ASN setempat.
“kita tidak bisa membatasi pelamar atau pendaftar dari manapun juga, mengingat kita dalam bingkai NKRI. Semua yang memenuhi persyaratan bisa mendaftar,” terangnya.
“Tentunya aspirasi teman-teman nanti, kami dengan DPRD dan OPD terkait akan menyampaikan ke pemerintah pusat terkait aplikasi ataupun sistem mapping,” tambahnya.
Ia menyarankan agar PPG Prajab kabupaten Trenggalek tidak merasa galau ketika proses rekruitmen dibuka. Selain itu ia juga menghimbau PPG Prajab untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin dalam bersaing agar nantinya dapat lolos seleksi.
Agus juga membenarkan pernyataan dari PPG Prajab yang menyebut bahwa rekruitmen PPG Prajab di Blitar yang lolos jumlahnya cukup banyak.
“Betul di Blitar memang pernah terjadi yang lolos cukup banyak karena peserta seleksi dari luar daerah kalah skor, bahkan orang Trenggalek ada yang diterima disana,” pungkasnya.
