Trenggalek,kanaltujuh.com
Beberapa warga desa di Kabupaten Trenggalek mengaku setuju bila Dana Desa dipangkas oleh Pemerintah pusat.
Pernyataan ini disampaikan warga ketika ditanya tentang apakah anda setuju Dana Desa dipangkas oleh Pemerintah pusat.
Salah satu warga Desa Pogalan Kabupaten Trenggalek Hari mengatakan dirnya tidak mempermasalahkan bila Dana Desa dipangkas oleh Pemerintah pusat.
“Saya sebagai warga desa tidak masalah Dana Desa dipangkas,” kata Hari melalui sambungan telepon, Senin (19/01/2026).
Menurutnya pemangkasan Dana Desa tersebut karena digunakan untuk membangun Koperasi Desa Merah Putih atau disingkat KDMP.
“Jadi gak masalah bila Dana Desa dipotong, kan untuk membangun KDMP, nah KDMP itu nanti kembalinya kan ke desa lagi,” terangnya.
Hari juga menyoal adanya unjuk rasa yang dilakukan para Kepala Desa di Jakarta beberapa waktu yang lalu yang menentang kebijakan Pemerintah pusat tentang pemangkasan Dana Desa
Menurutnya para Kepala Desa yang melakukan unjuk rasa saat itu mewakili siapa, apakah mewakili warganya atau mewakili dirinya sendiri.
“Lah wong saya sebagai warga desa gak protes kok, kenapa yang protes justru kepala desa ini kan lucu,”ucapnya.
Hari melanjutkan Kepala Desa itu adalah jabatan politis yang dipilih oleh warga. Dengan demikian jika warga tidak merasa terganggu dengan pemangkasan Dana Desa semestinya Kepala Desa tidak perlu melakukan unjuk rasa.
Begitupun dengan Bani warga Desa Gandusari mengaku setuju bila Dana Desa dipangkas.” Secara pribadi saya setuju bila dana Desa dipangkas,” kata Bani.
Alasannya kata Bani karena belakangan ini dampak dari Dana Desa tersebut belum bisa dirasakan sepeti halnya Bumdes.
Sementara Tanto warga Desa Sumberdadi juga mengaku setuju jika Dana Desa dipangkas oleh Pemerintah pusat.
“Saya setuju jika Dana Desa itu dipangkas,” kata Tanto.
Alasannya karena sebelum adanya Dana Desa, pembangunan di desa juga berjalan, pemerintahan desa juga berjalan.
Sementara Lembaga Kebijakan Publik Kabupaten Trenggalek Ganif Tanto Adi Wijaya juga mengaku setuju bila Dana Desa dipangkas oleh Pemerintah pusat.
,”Saya setuju,” tulis dalam kolom komentar group Whatsapp.
Ganif melanjutkan yang menjadi alasan dirinya setuju Dana Desa dipangkas karena desa belum siap membelanjakan dana pembangunan.
“Terbukti banyak terjadi desa tidak mampu menyajikan administrasi pelaporan secara baik dan akuntabel. Selanjutnya banyak terjadi penyelewengan keuangan desa,” tulisnya lebih lanjut.
