Korban Janji Politik, Puluhan Tahun Tak Pernah Ada Perbaikan Infrastruktur, Warga Terpaksa Patungan Perbaiki Jalan

Foto: Warga Desa Duren terpaksa harus patungan untuk memperbaiki kerusakan jalan

Trenggalek,kanaltujuh.com

Berpuluh tahun tak pernah disentuh pembangunan, warga dukuh Ngungkal dusun Gebang Desa Duren kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek terpaksa patungan untuk perbaiki jalan rusak.

Salah satu warga setempat Teguh Hariyono mengatakan jalan yang dibangun dengan biaya patungan tersebut merupakan jalan Kabupaten yang berada di RT 14.

Adapun biaya patungan yang dikumpulkan warga total mencapai Rp.16 juta dan digunakan untuk pembangunan rabat jalan sepanjang 55 meter dengan lebar 2 meter.

Teguh melanjutkan yang menjadi alasan warga terpaksa patungan karena selama ini belum ada penanganan dari Pemerintah Kabupaten Trenggalek terkait kerusakan jalan tersebut.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

“Penanganan dari Pemerintah Kabupaten itu tidak kunjung datang,” kata Teguh.

Lebih lanjut kata dia jalan yang dibangun dengan cara swadaya ini merupakan jalur penghubung alternatif dengan Kecamatan Suruh dan Pule termasuk dengan Kabupaten Ponorogo.

Teguh juga menyampaikan hingga saat ini jalan yang sudah dibangun oleh warga berada di 2 titik dan rencananya hari Senin tanggal 13 Juli 2026 warga kembali akan melakukan perbaikan jalan di titik yang lain dan sudah memiliki anggaran Rp.3 juta.

“Selain anggaran yang sudah tersedia sebesar Rp. 3 juta kita juga dapat donatur,” terangnya.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Sementara salah satu mantan angota DPRD Trenggalek Sumarno mengatakan apa yang telah dilakukan warga dengan cara patungan untuk membangun jalan karena korban janji dari Pemerintah kabupaten Trenggalek.

“Semangat untuk membangun jalan itu karena janji-janji dari Bupati tinggal janji,” kata Sumarno.

Sumarno menilai Pemerintah Kabupaten belum bisa bersikap adil dalam mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Infrastruktur. Ia berharap adanya pemerataan anggaran untuk perbaikan infrastruktur.

“Jadi ada satu titik dianggarkan Rp.7 miliar, kan yang menikmati hanya orang-orang sekitar situ saja,” ungkapnya.

Sumarno melanjutkan terhitung dari tahun 2006 hingga saat ini belum pernah ada perbaikan jalan di jalur Pucang Anak hingga Duren bahkan tidak pernah ada yang namanya pemeliharaan jalan.

Click here to preview your posts with PRO themes ››

Ia berharap tiap tahun Pemerintah Kabupaten Trenggalek bisa mengalokasikan anggaran perbaikan infrastruktur dalam bentuk paket penunjukan langsung, dengan begitu ia meyakini kerusakan infrastruktur yang tersebar di beberapa wilayah bisa tertangani.

Penulis: hermanEditor: herman
Exit mobile version