Trenggalek, kanaltujuh.com
Puluhan warga Desa Ngares dan Sumberdadi Kecamatan Trenggalek yang merupakan pesanggem atau masyarakat penggarap lahan milik Perhutani mendatangi kantor Desa Sumberdadi dan Ngares, Kamis (17/09/2026).
Salah satu perwakilan Pesanggem asal Desa Ngares Wawan mengatakan kedatangan mereka ke Kantor Desa Sumberdadi dan Ngares untuk meminta keterangan terkait lahan garapan mereka yang nantinya akan dialih fungsikan menjadi lahan hunian bagi warga Desa Sumurup yang terdampak Proyek Strategis Nasional Bendungan Bagong.
Menurut Wawan lahan garapan di wilayah Perhutani tersebut merupakan sumber ekonomi bagi warga Pesanggem, jika nantinya lahan tersebut dijadikan lahan hunian maka hilanglah mata pencaharian mereka.
Click here to preview your posts with PRO themes ››
” Pesanggem itu setiap hari menggantungkan hidupnya dari lahan garapan itu, nah kalau itu ditiadakan lalu kemana kami harus mencari sumber penghidupan,” kata Wawan.
Wawan melanjutkan informasi yang ia peroleh menyebutkan bagi Pesanggem yang lahannya dialih fungsikan menjadi hunian akan diberi ganti rugi berupa ternak.Kendati demikian para Pesanggem menolak hal tersebut.
” Kalau kami diberi ganti rugi berupa ternak atau uang tentu kami tolak, yang jelas kami minta jangan di lahan garapan kami untuk hunian tersebut, mohon pemerintah mencari lahan yang lain,” pintanya.
Click here to preview your posts with PRO themes ››
Wawan mengatakan saat ini lahan garapan Pesanggem warga Desa Sumberdadi dan Ngares sudah dipasang Patok.Batas dan diprediksi yang melakukan pemasangan Patok Batas dari Dinas PUPR Kabupaten Trenggalek. Sementara pemasangan Patok Batas tersebut tidak ada pembicaraan sebelumnya dengan para Pesanggem bahkan LMDH setempat.
“Saya juga konfirmasi ke LMDH ternyata LMDH juga tidak tau, belum pernah diajak bicara . Jadi kami mohon dilakukan peninjauan kembali terhadap lahan yang akan dijadikan relokasi warga terdampak Bendungan Bagong itu,” pintanya.
Wawan juga menyampaikan dari hasil pertemuan dengan kedua Kepala Desa disebutkan bahwa kedua Kades dalam hal ini Kades Sumberdadi dan Ngares mengaku tidak tau adanya kebijakan tersebut dan tidak pernah diajak bicara.
Click here to preview your posts with PRO themes ››
Adapun jumlah Pesanggem Desa Sumberdadi dan Ngares kata dia kurang lebih 200 orang. Sementara luasan lahan garapan yang digarap oleh Pesanggem di Desa Sumberdadi kurang lebih 13 hektar kemudian di Desa Srabah diperkirakan 8 hektar dan Desa Ngares kurang lebih 2 hektar.
