kanaltujuh.com
Menteri Sosial Syaifulloh Yusuf mengaku prihatin dengan peristiwa siswa kelas IV SD yang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
“Tentu kita prihatin dulu ya dan turut berduka, yang kedua ya tentu ini menjadi perhatian, menjadi atensi kita bersama,” kata Syaifulloh Yusuf dikutip dari tayangan YouTube @kompastv, Rabu (04/02/2026).
Atensi dan perhatian tersebut kata Gus Ipul harus dilakukan bersama-sama dengan Pemerintah Daerah untuk memperkuat pendampingan dan memperkuat data.
“Ini hal yang sangat penting saya kira kembali kepada data, bagaimana data ini kita sajikan sebaik mungkin sehingga kita bisa menjangkau seluruh keluarga-keluarga yang memang memerlukan perlindungan, memerlukan rehabilitasi dan memerlukan pemberdayaan,” katanya.
Dikutip dari Sindonews disebutkan siswa kelas IV SD yang ditemukan meninggal dunia dalam keadaan gantung diri tersebut terjadi pada 29 Januari 2026.
Korban ditemukan tergantung di pohon cengkeh yang berada tidak jauh dari pondok sederhana tempat dia tinggal bersama neneknya di Dusun Sawasina, Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, NTT.
Peristiwa siswa SD gantung diri di Ngada ini pertama kali diketahui warga sekitar yang kemudian melaporkannya kepada polisi.
Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), anggota Polres Ngada menemukan sepucuk surat tulisan tangan yang diduga ditulis korban sebelum meninggal dunia.
Surat tersebut ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Surat itu ditujukan kepada sang ibu dan ditulis menggunakan bahasa daerah Ngada. Di bagian akhir surat, korban juga menggambar simbol wajah menangis.
Isi surat tersebut antara lain menyebutkan permintaan agar sang ibu tidak menangis dan merelakan kepergiannya. Surat itu memperkuat dugaan bahwa korban mengakhiri hidupnya dengan sadar.
