Trenggalek,kanalujuh.com’
Getaran Gempa bumi yang terjadi di Pacitan pada pagi hari sekitar pukul 08.20 WIB sempat dirasakan oleh warga Kabupaten Trenggalek.
Beberapa warga mengaku, gempa sempat dirasakan dua kali. Gempa pertama intensitas getarannya cukup kecil namun gempa yang kedua getarannya cukup besar.
“Getaran gempa yang pertama biasa saja, tapi beberapa detik kemudian gempa yang kedua getarannya lumayan besar,” kata Hari warga Kecamatan Trenggalek, Selasa (27/01/2026).
Hari melanjutkan ketika gempa yang kedua terjadi, ia dan beberapa warga lainnya berhamburan keluar rumah.
Sementara Kepala BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Trenggalek Triadi Atmono menyampaikan berdasarkan data ia peroleh menyebutkan getaran gempa yang dirasakan di Kabupaten Trenggalek telah mengakibatkan kerusakan di SDN Manggis dan SDN Terbis kecamatan Panggul Kabupaten Trenggalek.
Kerusakan yang terjadi di di SDN Manggis meliputi atap wuwung amblas, plafon kantor dan ruang kelas VI runtuh, tembok ruang kelas retak, lantai kantor retak dan ruang kelas VI miring.
Begitupun dengan kerusakan yang terjadi di SDN 1 Terbis Kecamatan Panggul meliputi tembok ruang kelas VI dan V mengalami retak ringan.
Sementara berdasarkan data dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika) menyebutkan gempa bumi dengan kekuatan 5,5 Magnitudo terjadi pukul 08.20 WIB. Pusat gempa berada di sekitar 25 kilo meter Timur Laut Pacitan dengan kedalaman 105 km.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono menyampaikan guncangan gempa bumi dirasakan dengan intensitas yang berbeda di berbagai wilayah di Jawa Timur.
Getaran dirasakan oleh banyak orang dalam rumah pada siang hari dengan intensitas III hingga IV MMI di wilayah Pacitan, Karangkates dan Tulungagung.
Kemudian dengan intensitas III MMI bisa dirasakan di Malang, Nganjuk, Ponorogo dan Blitar. Sementara pada skala II-III MMI dirasakan di Denpasar, Kuta , Karangasem, Jember, Mojokerto dan Madiun.
Sedangkan gempa dengan intensitas getaran II MMI dirasakan di wilayah Solo Raya hingga Yogyakarta.
Kendati demikian BMKG memastikan gempa bumi yang terjadi saat ini tidak berpotensi menimbulkan Tsunami.
