Akibat Kebijkan Pemerintah Pusat, 20 Ribu Lebih BPJS Gratis Warga Trenggalek Di Non Aktifkan

Foto: Doding Rahmadi (Paling kanan) Ketua DPRD Trenggalek saat Reses di Desa Ngadirejo, Kec. Pogalam, Trenggalek

Trenggalek,kanaltujuh.com

Ketua DPRD Kabupaten Trenggalek Doding Rachmadi meminta kepada Kepala Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan untuk mengecek BPJS gratis bagi warga setempat yang telah di non aktifkan oleh Pemerintah pusat.

Pernyataan ini disampaikan Doding saat menggelar Reses di Desa Ngadirejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek beberapa waktu yang lalu.

Awalnya Doding mengatakan bahwa saat ini pemerintah pusat telah mengeluarkan kebijakan tentang penonaktifan BPJS gratis sebanyak 13 juta.

Sementara di Kabupaten Trenggalek sendiri kata Doding jumlah total peserta BPJS gratis sebanyak 22 ribu orang, dari angka tersebut yang telah diaktifkan kembali BPJS-nya sejumlah 1.200 orang.

“Berarti masih ada sekitar 20 ribu lebih di masyarakat itu yang non aktif,” kata Doding yang diunggah di Reel akun Face Book Doding Rahmadi.

Doding melanjutkan dirinya merasa kawatir jika 20 ribu lebih peserta BPJS yang ada di kabupaten Trenggalek tidak segera diurus kembali dalam tempo tiga bulan mendatang maka bisa jadi akan di non aktifkan selamanya.

“Makanya saya minta Pak Lurah dan saudara-saudara semua, coba untuk mengecek BPJS apakah masih aktif atau tidak,” pintanya.

Jika nanti ada BPJS yang tidak aktif maka masyarakat diminta untuk mengaktifkan kembali dengan mendatangi kantor Gertak (Gerakan Tengok Bawah Masalah Kemiskinan) yang ada di kabupaten Trenggalek.

“Jadi Pak Bupati itu membuat layanan untuk kesehatan itu namanya posko Gerakan Tengok Bawah untuk Kesehatan dan Kemiskinan,” terangnya.

Bagi generasi Gen-Z jika ingin mengecek apakah BPJS-nya masih aktif atau tidak bisa melalui aplikasi JKN mobile yang tersedia di Hand Phone, namun bagi kalangan Manula bisa meminta bantuan pada petugas yang ada.

Penulis: herman subagioEditor: herman subagio
Exit mobile version