Ratusan Petani Porang Trenggalek Terima Modal 5,7 M Dari BNI

Ratusan Petani Porang Trenggalek Terima Modal 5,7 M Dari BNI
Bupati Arifin menyerahkan secara simbolis dana KUR pada petani porang/Foto: Herman

Trenggalek, Kanaltujuh.com – Sejumlah 228 petani porang yang berasal dari Desa Puyung dan Sidomulyo Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek menerima KUR (Kredit Usaha Rakyat) skala mikro dari BNI (Bank Negara Indonesia) senilai 5,7 miliar.

Penyaluran dana KUR ini digelar secara simbolis di Pendopo Trenggalek dan dihadiri oleh Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin, Kepala Wilayah 18 BNI, Beby Lolita Fitiani beserta jajaran dan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait.

Iklan Komindag

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin dalam sambutannya mengaku senang para petani porang mendapat dana pembiayaan dari BNI.

Baca Juga:
Rapat Paripurna Bahas Alat Kelengkapan DPRD Trenggalek

“Saya juga senang kalau BNI ini dengan dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) ini kemudian memberikan KUR mikro,” kata Arifin dalam sambutannya.

Arifin juga mengaku lega karena dana permodalan dari BNI ini tidak menggunakan agunan atau jaminan apapun, selain itu dari pinjaman itu petani porang sudah mendapatkan asuransi.

“Sekarang tugasnya petani tinggal bagaimana memastikan tanamannya sebaik-baiknya,” pintanya.

Ia juga meminta pada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Trenggalek untuk menyiapkan sarana dan prasarana dari produksi tanaman porang yang dihasilkan para petani.

“Alihkan teknologinya, paling tidak kalau biasanya jual umbi, mungkin sekarang bisa jual dalam bentuk rajangan atau dalam bentuk tepung dan lain sebagainya,” pintanya.

Baca Juga:
Komisi I Dorong Pemdes Ngulan Kulon, Segera Koordinasi Dengan Kecamatan Agar APBDes 2023 Tidak Macet

Dirinya juga menyakini bahwa dengan banyaknya luas tanaman porang di Kabupaten Trenggalek saat ini, tentunya membuat para investor mulai melirik komoditas tanaman porang di Kabupaten Trenggalek.

“Nah ini akan kita pertajam semoga nanti betul-betul bisa mengungkit Kabupaten Trenggalek melalui emas hijau yang namanya tanaman porang,” harapannya.

Saat ini kata dia, banyak petani di Trenggalek yang mulai beralih menjadi petani porang. Oleh karena itu ia menyampaikan pesan agar pola penanaman tanaman porang tidak merusak tanaman yang ada sebelumnya.

“Jangan sampai karena ingin menanam porang kemudian, kayu-kayunya ditebangi semua, habis itu diganti porang, kalau bisa penanaman porang itu dibawah tegakkan saja,” pintanya.

Baca Juga:
Komisi I DPRD Trenggalek dan OPD Terkait Bahas Pelaksanaan APBD 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *