Jakarta,kanaltujuh.com
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan menolak bila ada usulan Polri berada di bawah kementrian. Pernyataan ini disampaikan Listyo Sigit dalam Rapat Kerja dengan Komisi III DPR-RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (16/01/2026).
“Kami tentunya Intitusi Polri menolak, kalau sampai ada usulan Polri berada dibawah kementrian khusus” tegasnya dikutip dari tayangan Tv parlemen.
Menurutnya Institusi Polri saat ini adalah posisi yang ideal dan bisa menjadi alat negara yang bisa memberikan pelayanan pada masyarakat pada bidang Kamtibmas, hukum, perlindungan pelayanan.
“Disatu sisi kita betul-betul bisa berada langsung dibawah Bapak Presiden, sehingga pada saat Presiden membutuhkan kami, maka kami bisa bergerak tanpa harus ada kementrian-kementrian yang kemudian tidak mau, ini menimbulkan matahari kembar,” katanya.
Ia juga bilang sebelumnya ada beberapa orang yang menawari dirinya melalui pesan WhatsApp untuk menjadi Menteri Kepolisian.
“Dalam hal ini saya tegaskan dihadapan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian dan seluruh jajaran, saya menolak Polisi dibawah kementrian dan kalaupun saya yang menjadi Menteri Kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” jelasnya.
Dia beranggapan meletakkan Polri dibawah kementrian, sama halnya melemahkan Institusi Polri, melemahkan Negara dan melemahkan Presiden.
Oleh karena itu kata dia apabila ada pilihan apakah Polisi tetap dibawah Presiden atau Polisi tetap dibawah Presiden namun ada Menteri Kepolisian dan Kapolri tetap memimpin maka ia menegaskan sebaiknya Kapolri yang dicopot.
“Saya minta seluruh jajaran laksanakan ini, perjuangkan sampai titik darah penghabisan,” pungkasnya.
