Sri Mulyani: Presidensi G20 Dorong Munculnya Lapangan Kerja Baru

Sri Mulyani: Presidensi G20 Dorong Munculnya Lapangan Kerja Baru
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati/Foto: CNBC

Jakarta, Kanaltujuh.com –

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan presidensi G20 mendorong munculnya lapangan pekerjaan di tanah air. Saat ini terdapat lebih dari 157 pertemuan dalam rangkaian G20 di bawah presidensi Indonesia tahun 2022.

Iklan Komindag

“Jumlah sekitar lebih dari Rp7 triliun, jumlah kesempatan kerja yang tercipta,” jelas Sri dikutip dari laman Kemenkeu, Kamis (23/12).

Di samping itu, kata Sri, hal lain yang lebih penting adalah Indonesia sebagai negara emerging dan negara terbesar di ASEAN dinilai sebagai negara yang memiliki perekonomian dan sistem politik yang stabil, sehingga mampu menjadi pemimpin dan membentuk kebijakan-kebijakan yang pengaruhnya luar biasa ke seluruh dunia.

Baca Juga:
KPK Selidiki Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Material Pembangunan Kapal Angkut di Kemenhan

Misalnya, pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral membahas upaya setiap negara dalam mendesain kebijakan ekonominya untuk pulih kembali.

Menkeu mencontohkan, perekonomian Tiongkok saat ini sedang dalam posisi menurun sehingga harus melakukan restructuring atau redesigning dari strategi pembangunannya. Hal serupa dialami Amerika Serikat yang mengalami inflasi tinggi sehingga harus melakukan penyesuaian kebijakan.

“Ini pengaruhnya ke seluruh dunia luar biasa besar. Seperti, katakanlah kebijakan moneter maupun fiskalnya yang kemudian menimbulkan apa yang disebut efek spillover atau rambatan. Kalau ekonomi dunia tumbuh tinggi, berarti ekspor kita tumbuh tinggi,” jelas Sri.

Baca Juga:
JPU Kejari Trenggalek Tuntut Terdakwa GL 5 Tahun Penjara, Kasus Penyelewengan Dana KUR

Efek rambatan dari negara-negara berpengaruh tersebut memberikan dampak kepada Indonesia, salah satunya ke sisi penerimaan negara, seperti penerimaan pajak, bea cukai, hingga penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

“Penerimaan yang tumbuh itu karena komoditas naik, ekspor kuat. Itu karena perekonomian dunia sedang tumbuh, pulih. Jadi dampaknya ya kepada ekonomi Indonesia dalam bentuk ekonominya kita juga ikut meningkat atau tumbuh dari sisi kegiatan ekspor, harga komoditas meningkat, dan itu pengaruhnya kepada para pelaku ekonomi dan masyarakat,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *