Unggul Jauh Dari Said Aqil, Yahya Cholil Staquf Terpilih Menjadi Ketum PBNU Periode 2021-2026

Unggul Jauh Dari Said Aqil, Yahya Cholil Staquf Terpilih Menjadi Ketum PBNU Periode 2021-2026
Ketua Umum PBNU terpilih KH Yahya Cholil Staquf mencium tangan Ketua Umum PBNU 2015-2021 KH Said Aqil Siroj/Foto: NU Online

Jakarta, Kanaltujuh.com –

Dalam pemilihan yang dilakukan dalam Muktamar Nahdlatul Ulama ke-34, yang digelar di Lampung, Jumat, 24 Desember 2021, Yahya Cholil Staquf resmi terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama periode 2021-2026.

Iklan Komindag

Yahya berhasil mengantongi 337 suara, unggul dari calon inkumben yakni Said Aqil Siradj yang hanya mendapatkan 210 suara. Adapun satu suara tidak sah

Terpilihnya Gus Yahya didapat setelah rapat pleno panjang yang digelar sejak Kamis malam, 23 Desember 2021 malam di Gedung Serbaguna Universitas Lampung. Rapat berjalan alot dan berlangsung hingga Jumat pagi.

Baca Juga:
Sri Mulyani: Kita Optimis Hadapi Perekonomian Tahun 2023

Sebelumnya pada pemungtan suara pertama yang berlangsung pukul 02.00 WIB, Gus Yahya juga unggul atas Said. Ia mengumpulkan 327 suara dan Said 203 suara. Sebagai calon dengan dukungan suara lebih dari 99 suara, mereka pun menjadi dua calon yang memenuhi syarat maju ke tahap selanjutnya.

Usai berdiskusi dengan Rais Aam baru Miftachul Akhyar dan bermusyawarah, kedua calon tetap ngotot untuk tetap sama-sama maju. Dengan hasil itu pemungutan suara kedua pun digelar pukul 06.40 WIB. Dua jam lebih berlangsung, Gus Yahya kembali mengungguli perolehan suara Said Aqil.

Baca Juga:
Kemenag Usulkan Kenaikan Biaya Haji Jadi Rp. 69 Juta, Begini Alasannya

Sebagai informasi, Yahya Cholil Staquf, lahir di Rembang 16 Feb 1966. Ia merupakan putra dari Cholil Bisri, yang merupakan kakak dari Mustofa Bisri alias Gus Mus. Bersama Gus Mus, Yahya Staquf mengasuh pesantren Raudlatut Tholibin Rembang atau lebih di kenal dengan Leteh.

Sehari-harinya Yahya menghabiskan masa kecil di lingkungan Pesantren Leteh dan lalu sekolah menengah di Yogyakarta dan mondok di Pesantren Krapyak di bawah asuhan Ali Maksum. Yahya mengambil kuliah sosiologi Universitas Gajah Mada tapi tidak menyelesaikannya.

Yahya juga aktif di kelompok studi sejak mahasiswa dan pernah menjadi juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada periode pemerintahan 1999-2001. Terakhir di PBNU ia menjabat sebagai Katib Aam.

Baca Juga:
Wagub Bali: Pengembangan Potensi Wisata Jangan Meninggalkan Warga Lokal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *