Satgas Covid-19 Jelaskan Penutupan Sejumlah Fasilitas Publik Jelang Pergantian Tahun

Satgas Covid-19 Jelaskan Penutupan Sejumlah Fasilitas Publik Jelang Pergantian Tahun
Satgas Covid-19 Jelaskan Penutupan Sejumlah Fasilitas Publik Jelang Pergantian Tahun/Foto: Suara Surabaya

Jakarta, Kanaltujuh.com –

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Covid-19 Sonny Harry B. Harmadi mengatakan sejumlah tempat publik akan ditutup menjelang akhir tahun 2021 untuk mencegah terjadinya lonjakan mobilitas yang dilakukan oleh masyarakat.

“Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh masyarakat karena pemerintah pusat menyampaikan bahwa sebaiknya perayaan tahun baru ini dilakukan di rumah saja,” kata Sonny dalam Dialog Produktif Selasa Utama bertajuk “Mulai Tahun Baru Dengan Kebiasaan Baru” yang diikuti secara daring dikutip dari Antara di Jakarta, Selasa (28/12).

Baca Juga:
Adira Finance Mencatatkan Laba Bersih Sebesar Rp1,94 Triliun Di Tahun 2023 (Jawa Timur)

Sonny menjelaskan, penutupan seluruh alun-alun di berbagai wilayah itu dilakukan untuk mencegah adanya pawai maupun arak-arakan, yang biasa dilakukan oleh masyarakat untuk menyambut tahun baru yang dapat meningkatkan potensi terjadinya penularan Covid-19 lebih meluas lagi.

Bahkan untuk mencegah terjadinya lonjakan mobilitas, akan ada pemantauan aktivitas masyarakat yang dilakukan melalui pembatasan mobilitas domestik secara situasional melalui penerapan aturan ganjil genap nomor kendaraan.

Pihaknya juga mendorong pengelola fasilitas publik wajib untuk membentuk Satgas protokol kesehatan sebagai syarat perizinan operasional. Bila tempat tersebut tidak memilikinya, maka disarankan tidak melakukan operasi.

Baca Juga:
Presiden Jokowi Jamin Pasokan Bantuan Pangan untuk Masyarakat

“Kami juga terus mendorong optimalisasi peran dari Satgas Covid-19 di level desa dan kelurahan. Kemudian perluasan penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan berbagai hal lainnya termasuk melakukan rekayasa,” kata dia,

Kemudian pada pusat perbelanjaan, aktivitas para pedagang kaki lima akan dipantau melalui pembatasan kapasitas dan jam operasional di tempat-tempat wisata maupun mal-mal supaya menimbulkan penumpukan pengunjung.

Pembatasan kegiatan Natal dan tahun baru di pusat perbelanjaan juga akan ditiadakan. Kecuali pameran seperti UMKM.

Sonny mengatakan pihaknya turut menyiapkan buku saku tentang tanya jawab seputar kebijakan pemerintah yang disusun bersama Kominfo dan Kemenkes untuk memperjelas kebijakan yang diterapkan pada saat libur Natal dan Tahun Baru itu.

Baca Juga:
Jusuf Kalla Rencana Bertemu Megawati, Bahas Hak Angket Terkait Pemilu 2024

Melalui sejumlah strategi khusus yang dibentuk untuk melindungi masyarakat tersebut, Sonny meminta kepada masyarakat untuk bersabar dan mau bekerja sama supaya situasi dapat cepat kembali dengan normal dan membuat pandemi berakhir.

“Di dalam masa pandemi, masih ada risiko penularan. Kalau risiko penularan tidak dikendalikan dan terjadi lonjakan kasus, maka akan berpotensi meningkatkan angka kematian juga. Oleh karenanya kita harus bekerja sama,” ujar Sonny.

Baca Juga:
Ketua Bawaslu RI Ajak Masyarakat Audit Aplikasi Sirekap KPU Pemilu 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *