Rencana Bisnis Anggaran 2023 RSUD Trenggalek Dinilai Abal-Abal Oleh Komisi II

  • Bagikan
Rencana Bisnis Anggaran 2023 RSUD Trenggalek Dinilai Abal-Abal Oleh Komisi II
Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Mugianto/Foto: Kanaltujuh.com

Trenggalek, Kanaltujuh.com –

Ketua Komisi II DPRD Trenggalek Mugianto mempertanyakan kenapa Rencana Bisnis Anggaran (RBA) tahun 2022 dan 2023 pada Rumah Sakit UMUM DaeraH (RSUD) Kabupaten Trenggalek memiliki kesamaan.

Iklan Komindag

Pernyataan ini disampaikan Mugianto usai dirinya menggelar rapat kerja dengan pihak RSUD Trenggalek di gedung DPRD Trenggalek, Senin (21/11/2022).

“Kalau saya melihat dari RBA tahun 2022 dan 2023 itu kan sama persis angkanya, kecuali satu dari sisi pembelian obat,” ungkap Mugianto.

Mugianto melanjutkan pembelian obat mengalami kenaikan 10 miliar, sementara perencanaan kegiatan pada tahun 2023 semuanya sama dengan tahun 2022.

Baca Juga:
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek Gelar FGD Sebagai Sarana Pengembangan Desa Wisata

“Jadi gak ada perubahan antara RBA tahun 2022 ke 2023,” jelasnya.

Padahal sambungnya RBA tahun 2022 masih banyak yang bisa dilakukan efisiensi, salah satu contohnya adalah pembelian obat hingga Oktober tahun ini masih terserap 11 milIar, sementara pagu anggaran pembelian adalah 15 miliar.

“Itu satu poin belanja loh, belum belanja yang lain,” terangnya.

Dengan adanya temuan tersebut, Politisi dari Partai Demokrat ini kemudian menuding bahwa seluruh Rencana Bisnis Anggaran pada RSUD Trenggalek dinilai abal- abal.

“Rencana Bisnis Anggarannya di situ saya lihat, ya boleh dikatakan tadi ya abal-abal,” tudingnya

Baca Juga:
Komisi II Minta Dinkes dan RSUD Trenggalek Perjelas RKA Dan RBA

“Makanya tadi saya klarifikasi kenapa kok angkanya tahun 2021, 2022 dan 2023 angkanya kok sama persis hanya selisih satu poin saja dari (pembelian) obat. Ini kan kelihatan sekali bahwa ini harus diklarifikasi dan juga harus saya pertanyakan,” tambahnya.

Mugianto menegaskan alasan dirinya mempertanyakan hal itu karena Komisi II ingin mengetahui berapa sejatinya pengeluaran anggaran hingga akhir Desember tahun ini.

Oleh sebab itu pihaknya meyakini di akhir tahun ini masih ada anggaran yang bisa dilakukan efiensi seperti belanja barang habis pakai, belanja alat-alat dapur, belanja makan minum, belanja rapat.

Baca Juga:
Komisi I Sebut Silpa Tinggi Karena Buruknya Perencanaan

“Itu kan masih bisa dilakukan efisiensi, yang bisa nanti dijadikan Silpa (Sisa Lebih Perhitungan Anggaran),” tandasnya.

Makanya kata dia sebagai bahan acuan untuk merencanakan RBA tahun 2023 diawali dari serapan realisasi anggaran tahun 2022.

“Jangan sampai ngawur, terlalu mengada-ada,” sesalnya.

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *