Trenggalek,kanaltujuh.com
Festival Jaranan Trenggalek Terbuka (FJTT) ke-30 bakal digelar di Alun-Alun Kota Trenggalek selama satu minggu terhitung dari tanggal 20 Agustus 2026 hingga 26 Agustus 2026 dan digelar pada malam hari.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Trenggalek Tony Widianto mengatakan FJTT tahun ini sudah ditetapkan dalam kalender nasional sejak tahun kemarin oleh Kementrian Pariwisata melalui salah satu programnya yakni Kharisma Event Nusantara (KEN).
Terselenggaranya FJTT tahun ini berkat kerjasama antara Dinas Pariwisata dan Komunitas Budaya Trenggalek yang sebelumnya telah mengajukan konsep Festival Jaranan ke Kementrian Pariwisata.
Click here to preview your posts with PRO themes ››
“Dari 113 event di seluruh Indonesia yang masuk event Kharisma Event Nusantara yang dihimpun dari Dekurasi tiga ribuan event di seluruh Indonesia yang didaftarkan,” kata Tony, Jumat (18/09/2026).
Tony melanjutkan yang membedakan FJTT tahun ini dengan tahun sebelumnya adalah FJTT tahun ini dikawal langsung oleh Kementrian Pariwasata serta diliput oleh media nasional.
Adapun kategoriyang disajikan dalam FJTT tahun ini meliputi 4 kategori yakni Turonggo Yakso Bocah, Turonggo Yakso Remaja, Turonggo Yakso Umum dan Non Turonggo Yakso Umum.
Jumlah peserta Turonggo Yakso Bocah sebanyak 17 group yang berasal dari kalangan Sekolah Dasar (SD), kemudian untuk Turonggo Yakso Remaja dari kalangan siswa SMP sebanyak 17 group, selanjutnya Turonggo Yakso Umum dari kalangan SMA sebanyak 9 group dan Non Turonggo Yakso Umum 15 group.
Click here to preview your posts with PRO themes ››
Meski sebagian besar peserta FJTT dari warga Trenggalek namun untuk Turonggo Yakso Umum banyak peserta yang berasal dari luar Kabupaten Trenggalek.
“Dari Surabaya, Batu, Malang, Blitar, Kediri, Ponorogo, Tulungagung, nah itu mereka juga dengan ciri khas jaranannya masing-masing,” terangnya.
Jaranan Non Turonggo Yakso Umum kata Tony seperti jaranan senterewe, jaranan dor, jaranan breng dan lain sebagainya. Selain gelaran FJTT juga akan digelar pameran jaranan yang menceritakan tentang karakteristik dari budaya jaranan, sejarah serta pengembangan. Ditambah lagi dengan gelaran sarasehan, sosialisasi yang diharapkan bisa menjadi literasi bagi masyarakat.
Click here to preview your posts with PRO themes ››
“kami berharap siswa siswa sekolah juga bisa memanfaatkan moment ini untuk mengenali warisan budaya Kabupaten Trenggalek dan wilayah Mataraman pada umumnya,” ucapnya.
Berbicara tentang anggaran, Tony menyampaikan FJTT tahun ini mendapat kucuran anggaran dari Kementrian Pariwisata dan Dinas Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Bagi masyarakat yang ingin menyaksikan FJTT ini akan dikenai biaya tiket masuk dengan harga Rp.55 ribu untuk VVIP dan untuk VIP Rp.25 ribu, sementara untuk regular gratis. Untuk mendapatkan tiket tersebut bisa dilakukan secara online maupun on the spot.

