Bupati Arifin Pastikan Tabung Oksigen Di Trenggalek Aman

Bupati Arifin
Bupati Arifin saat meninjau ketersediaan tabung oksigen di RSUD Trenggalek/Foto: Herman

Trenggalek, Kanaltujuh.com –

Meningkatnya jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Trenggalek dibarengi dengan naiknya kebutuhan pasokan oksigen. Menyikapi hal tersebut Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin beserta jajaran Forkopimda langsung melakukan pemantauan di RSUD Trenggalek, Jumat malam (9/7).

Iklan

Usai melakukan pemantauan Bupati Arifin mengatakan ketersediaan oksigen di rumah sakit plat merah untuk dua hari kedepan terbilang aman.

“Malam ini kita memastikan pasokan oksigen di rumah sakit aman. Tadi suplai oksigen dari vendor datang. Kemungkinan untuk stock dua hingga tiga hari kedepan aman,” kata Bupati Arifin yang sekaligus menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga:
Gelar Deklarasi Damai IPSI Pemkab, Polres dan Kodim 0812 Lamongan Siap Jaga Kamtibmas Selama Bulan Syura
Bupati Arifin pantau langsung ketersediaan oksigen di RSUD Trenggalek/Foto: Herman

Kondisi aman tersebut kata dia, karena RSUD Trenggalek telah mendapat pasokan 3 ton liquid dari pemasok. Sehingga ia berkeyakinan bahwa stock oksigen di Kabupaten Trenggalek untuk beberapa hari kedepan dapat dipastikan tidak menemui kendala.

Arifin juga menyampaikan saat ini RSUD Trenggalek masih memiliki beberapa cadangan tabung oksigen yang masih terisi. Ia kemudian memerintahkan pada jajarannya untuk meningkatkan stock tabung oksigen hingga dua kali lipat.

“Untuk yang sentral, kita minta vendor untuk bisa tertib datang memasok 2 hari sekali untuk pengisian,” pintanya.

Sementara Direktur RSUD Trenggalek Sunarto dalam keterangannya mengatakan sebelum adanya pandemi Covid 19, kebutuhan tabung oksigen perhari membutuhkan 600 ribu hingga 700 ribu liter.

Baca Juga:
Rakor Pansus III DPRD Trenggalek dan OPD Terkait Bahas Tentang Urusan Ekonomi

Kemudian ketika Covid 19 mulai merebak di Kabupaten Trenggalek kebutuhan tabung oksigen mengalami peningkatan yakni 900 ribu hingga 1.600 ribu liter perhari.

“Kalau dulu tiga sampai lima hari baru dipasok, namun sekarang ini jarak dua hari sudah harus di isi kembali,” katanya.

Baca Juga:
Pansus II DPRD Trenggalek Bahas Isi Dari RPJPD Terutama Soal Net Zero Karbon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *