kanaltujuh.com
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan ibadah puasa Ramadhan 1477 H tahun ini di mulai pada 19 Februari 2026.
“Berdasarkan hasil hisab serta tidak adanya laporan hilal terlihat, disepakati bahwa 1 Ramadhan 1477 Hijriyah jatuh pada hari Kamis 19 Februari 2026,” kata Menteri Nasarrudin dalam konferensi pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (17/2/2026).
Nasaruddin melanjutkan apabila ada umat Islam di Indonesia yang lebih dulu menjalankan ibadah puasa hendaknya perbedaan tersebut dijadikan satu kolaborasi yang indah.
Sebelumnya Nasarrudin menyampaikan dalam sidang isbat pihaknya melakukan musyawarah bersama para pakar , ilmu falak, astronomi, Wakil Rakyat, MUI serta beberapa perwakilan Ormas Islam di Indonesia.
“Musyawarah tersebut mengacu ada hasil hisab dan ruqyah yang telah dilakukan oleh tim hisab ruqyah kementrian agama dan ormas-ormas lain serta dikonfirmasi oleh petugas yang ditempatkan setidaknya di 96 titik pengamatan di seluruh Indonesia,” ucapnya.
Dalam menetapkan awal bulan Komariah, Indonesia menggunakan kriteria visibilitas hilal Mabims atau kumpulan Menteri Agama Asia Tenggara yang meliputi Malaysia, Brunei Darrusalam, Singapore dan Indonesia.
Berdasarkan kriteria hilal Mabims kata Nasarrudin tinggi hilal 3 derajat dan sudut elemasi 64 derajat dan ini merupakan standart bagi negara-negara di Asia Tenggara.
“Adapun posisi hilal pada saat kami hisab pada hari ini diseluruh wilayah Indonesia yaitu ketinggian berkisar minus 2 derajat 24 menit, 42 detik. Berarti itu bukan saja ghairu imkan ruqyah tetapi ghairu wujudul hilal, belum hilal itu berwujud masih dibawa ufuk,” jelasnya.
