Ketua BEM UGM : KDMP Merupakan Sandera Politik Bagi Kepala Desa

Foto: Tiyo Ardianto Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta/Tangkapan Layar Podcast @prophetical

kanaltujuh.com

Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) (UGM) Universitas Gajah Mada, Yogyakarta Tiyo Ardianto mengatakan KDMP (Koperasi Desa Merah Putih) merupakan bentuk konsolidasi politik yang diciptakan oleh Presiden Prabowo.

“Saya melihatnya bahwa Koperasi Desa Merah Putih ini urusannya tentang konsolidasi politik,” kata Tiyo dalam podcast @prohetical yang tersebar di media sosial, Minggu (01/03/2026).

Tiyo melanjutkan dengan memberi 80.000 KDMP di seluruh Indonesia yang mekanismenya melalui hutang dari Himbara maka sewaktu-waktu hal ini bisa menjadi semacam kartu As atau semacam sandera politik bagi kepala desa ketika tidak berhasil mengelola keuangan dengan baik.

“Bayangkan 2029 nanti, orang-orang yang menguasai kepala desa tinggal bilang, kamu mau urusannmu di Koperasi Desa Merah Putih diusut atau mendukung Prabowo,” jelasnya.

Dengan metode seperti itu kata dia maka Prabowo akan menang melalui konsolidasi politik di level desa atau melalui KDMP.

Bila KDMP bergerak dibidang akar rumput atau grassroots maka Danantara bergerak dibidang level elit.

Melalui Danantara kata dia, Presiden Prabowo merangkul dan sekaligus mengkosolidasikan kekuatan politik di level elit terutama elit ekonomi yang jumlahnya ada 10 orang yang merupakan orang terkaya dan memiliki modal besar.

“Nah ini sesuatu yang saya kira kalau dibawah itu ukurannnya ancaman maka diatas ini ukurannya adalah negosiasi” ungkapnya.

Dengan demikian terdapat elit ekonomi yang akan memilih pilihan lain karena akan dibuat nyaman melalui Danantara

Penulis: herman subagioEditor: herman subagio
Exit mobile version