Di Balik Peresmian Bendungan Tugu, Siapa Pencetusnya? Berikut Kisah Lengkapnya

Presiden Jokowi ketika berbincang dengan Mulyadi (baju batik) Mantan Bupati Trenggalek pada Selasa (30/11)/Foto: Herman
Presiden Jokowi ketika berbincang dengan Mulyadi (baju batik) Mantan Bupati Trenggalek pada Selasa (30/11)/Foto: Herman

Trenggalek, Kanaltujuh.com –

Proyek Nasional Bendungan Tugu yang lokasinya berada di Kecamatan Tugu Kabupaten Trenggalek diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo, Selasa (30/11).

Iklan

Tahukah anda siapa sebenarnya pencetus dari proyek Nasional Bendungan Tugu, dialah Dr. Ir Mulyadi Wiryono M.M.T mantan Bupati Trenggalek periode 2000 – 2005 dan 2010 – 2015.

Mulyadi yang saat ini sebagai warga Kabupaten Trenggalek mendapat kehormatan sebagai tokoh masyarakat bersama Hermanto Dardak untuk menyaksikan peresmian Bendungan Tugu oleh Presiden Jokowi.

Mulyadi mengatakan sesaat sebelum peresmian Bendungan Tugu, Presiden Jokowi sempat bertanya pada dirinya tentang proyek Nasional Bendungan Tugu.

Baca Juga:
Semarak HUT APKASI, 15 Finalis POI Datang Ke Trenggalek

“Beliau itu tanya, ini zamannya pak Mul ya ini,” kata Mulyadi menirukan ucapan Presiden Jokowi di lokasi proyek Nasional Bendungan Tugu, Trenggalek.

“Iya pak, kalau gak salah tahun 2014 – an itu, saya lupa itu,” jawab Mulyadi menimpali pertanyaan Presiden Jokowi.

Mulyadi lalu menceritakan, ketika tahun 1980 – an saat dirinya berada di proyek berantas dan tercatat sebagai pegawai di Kementrian PU pusat yang membidangi Bendungan dan Irigasi, merencanakan pembangunan Bendungan Tugu, Bendungan Bagong dan Bendungan Kampak yang ada di Wilayah Kabupaten Trenggalek.

Baca Juga:
Kasat Narkoba Polres Blitar Positif Narkoba Usai Tes Mendadak

“Bahkan Bendungan Bagong itu untuk skripsiku, daripada saya membuat skripsi yang lain, itu kan pekerjaan dan saya jadikan skripsi sekalian,” kata Mulyadi melalui sambungan telepon Selasa malam (30/11).

Setelah studi awal tentang rencana pembangunan Bendungan selesai, selanjutnya ia meminta izin pada Bupati Trenggalek yang saat itu dijabat Sudarso agar diperkenankan untuk melakukan survei di Kabupaten Trenggalek.

Singkat cerita ketika menginjak tahun 1996 Mulyadi dimutasi ke Trenggalek dan menjabat sebagai kepala Dinas PU Trenggalek.

Baca Juga:
Kasat Narkoba Polres Blitar Positif Narkoba Usai Tes Mendadak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *