Aktivitas Terkini Gunung Semeru, PVMBG: Masih Terjadi Gempa Guguran

Kanaltujuh.com –

Aktivitas Gunung Semeru masih didominasi gempa guguran dan gempa erupsi/letusan selama beberapa hari terakhir pada pekan ini.

Iklan Komindag

“Pada hari ini pukul 00.00-06.00 WIB tercatat gempa guguran sebanyak tiga kali kejadian, amplitudo 2-3 mm dengan durasi 10-12,5 detik,” ujar petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Liswanto dalam laporan tertulisnya kepada PVMBG, Sabtu (11/12).

Aktivitas kegempaan yang juga terpantau adalah embusan sebanyak satu kali kejadian dan gempa tektonik jauh sebanyak satu kali dengan status Gunung Semeru pada level II atau waspada.

Baca Juga:
Menparekraf Sebut Ekonomi Sektor Pariwisata Naik Tajam Usai Pencabutan Kebijakan PPKM

“Secara visual Gunung Semeru tampak jelas dan asap kawah tidak teramati,” tuturnya.

Kemudian berdasarkan laporan aktivitas Gunung Semeru pada laman Badan Geologi Kementerian ESDM pada Jum’at (10/12) terpantau gunung api jelas hingga berkabut, teramati asap kawah berwarna putih kelabu intensitas sedang hingga tebal, dengan ketinggian 500-1000 meter dari puncak, serta teramati api diam dan sinar di kawah.

Gempa vulkanik yang berkaitan dengan letusan, guguran, embusan asap kawah, aktivitas magma serta aktivitas tektonik tercatat satu kali gempa letusan/erupsi, 15 kali gempa guguran, 23 kali gempa embusan, empat kali tremor harmonik, dan dua kali gempa tektonik jauh.

Baca Juga:
Wagub Bali: Pengembangan Potensi Wisata Jangan Meninggalkan Warga Lokal

Untuk sementara masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius satu kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru dan jarak lima kilometer arah bukaan kawah di sektor tenggara – selatan, kemudian mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Masyarakat dihimbau perlu mewaspadai potensi luncuran di sepanjang lembah jalur awan panas Besuk Kobokan dan mewaspadai ancaman banjir lahar di alur sungai yang berhulu di Gunung Semeru, mengingat banyak material yang sudah terbentuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *