Sports  

Kondisi Lapangan Buruk, Laga Perempat Final dan Semifinal Piala Afrika 2021 Dipindahkan

Kondisi Lapangan Buruk, Laga Perempat Final dan Semifinal Piala Afrika 2021 Dipindahkan
Gelandang Mali Moussa Doumbia (kiri) berebut bola dengan gelandang Guinea Khatulistiwa Ruben Belima dalam pertandingan sepak bola babak 16 besar Piala Afrika (CAN) 2021 antara Mali dan Guinea Khatulistiwa di Limbe Omnisport Stadium di Limbe pada 26 Januari 2022/ Foto: Issouf SANOGO / AFP

Kanaltujuh.com –

Kondisi lapangan yang buruk mengakibatkan tempat pertandingan perempat final dan semifinal Piala Afrika 2021 dipindahkan, jelas Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) seperti dikutip Reuters, Rabu.

Iklan Komindag

Selama lebih dari sepekan terakhir ini ada kekhawatiran terhadap permukaan lapangan yang buruk di Stadion Japoma Douala.

Tuan rumah Kamerun masih akan menghadapi Gambia dalam perempat final Sabtu (29/1/2022) lusa, namun sepertinya laga itu akan menjadi pertandingan terakhir yang dilangsungkan di stadion tersebut.

Dua pertandingan lanjutan yang dijadwalkan digelar di Stadion Japoma, yakni perempat final Minggu dan semifinal Rabu pekan depan, telah dipindahkan ke Stadion Ahmadou Ahidjo di Yaounde, ibukota Kamerun.

Baca Juga:
Manchester City Berhasil Comeback 4-2 Lawan Tottenham

Otomatis dua laga perempat final digelar di tempat baru pada Minggu. Keduanya adalah Mesir menghadapi Maroko dalam pertandingan pertama, dan Senegal melawan Guinea Ekuatorial.

CAF juga mengulangi ancaman mereka bahwa Stadion Olembe di mana semifinal kedua Kamis depan dan final pada 6 Februari dilangsungkan belum pasti menjadi tuan rumah kedua pertandingan itu kecuali ada jaminan keamanan dari pemerintah Kamerun.

“Komite Penyelenggara CAF AFCON (Piala Afrika) juga memerlukan jaminan bahwa intervensi dan tindakan yang tepat dan memadai sudah diambil guna memastikan insiden serupa tidak akan terjadi di Stadion Olembe,” kata CAF.

Baca Juga:
PSG Berhasil Kalahkan Riyadh All Stars Dalam Duel Riyadh Season Cup 2023, Messi dan Ronaldo Cetak Gol

Krisis lapangan menambah masalah turnamen ini yang juga dilanda berbagai infeksi Covid-19, keputusan wasit yang kontroversial, dan penyelenggaraan yang buruk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *