Serangan Brutal AS ke Venezuela Dikecam Lawan dan Kawan di DK PBB

Foto: Pangkalan Udara La Carlota, Venezuela Hancur akibat Serangan Brutal AS/Reuters, Leonardo Fernandez Viloria

kanaltujuh.com

Dalam pertemuan darurat di Dewan Keamanan PBB pada Senin 5 januari 2026, sejumlah Negara mengecam tindakan brutal yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Venezuela.

Rapat darurat DK PBB ini digelar setelah Amerika Serikat melakukan serangan dan menculik Presiden Venezuela Nicolo Maduro beserta istrinya Cillia Flores dengan dalih perang lawan Narkoba.

Dalam pertemuan tersebut sejumlah Negara dan sekutu tetap Amerika Serikat menyatakan serangan terhadap Negara Venezuela dan menculik Presiden Nicolo maduro merupakan bentuk pelanggaran hukum Internasional dan Piagam PBB.

Wakil Duta Besar Perancis untuk PBB, Jay Dharmadhikari menilai operasi militer Amerika Serikat di Venezuela telah merusak pondasi tatanan Internasional.

“Operasi milietr yang menyebabkan penangkapan Nicolo Maduro bertentangan dengan prinsip penyelesaian sengketa secara damai dan bertentangan dengan prinsip tidak menggunakan kekerasan,” Kata Jay dikutip dari New York Time.

Sementara Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya menyebut Amerika Serikat kembali menampilkan diri sebagai Polisi Global.

Ia menyerukan solidaritas komunitas Internasional untuk menentang kebijakan luar negeri Amerika Serikat yang mengedepankan kekuatan militer.

Begitupun Delegasi dari Cina Sun Lei menyampaikan sikap keras terhadap serangan AS ke Venezuela dan meminta Amerika Serikat untuk menghentikan praktek intimidasi.

“Kami menuntut agar AS mengubah arahnya, menghentikan praktek intimidasi dan pemaksaan dan mengembangkan hubungan kerjasama dengan negera-negara regional atas dasar saling menghormati, kesetaraan dan tidak campur tangan dalam urusan Internasional,” kata Sun Lei.

Sementara beberaa Negara sekutu Amerika seperti Bahrain, Brasil, Meksiko, Inggris dan Latvia juga mengutuk aksi AS terhadap Venezuela.

Wakil Duta Besar Inggris untuk PBB, Archie Young mengatakan Negaranya mendorong proses transisi damai di Venezuela yang mencerminkan kehendak rakyat.

Sekretaris Jendral PBB Antonio Gueterres mengaku prihatin atas serangaan AS ke Venezuela yang diniai telah melanggar piagam PBB.

Menaggapi kecaman dari berbagai Negara tersebut Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Michael Waltz mengatakan serangan AS terhadap Venezuela bukanlah perang atau pendudukan melainkan bagian dari penegakan hukum.

Penulis: herman subagioEditor: herman subagio
Exit mobile version