Jadi Yang Pertama di Eropa, Luksemburg Akan Legalkan Ganja Bagi Warganya

Jakarta, Kanaltujuh.com –

Luksemburg akan segera menjadi negara pertama di Eropa yang resmi melegalkan ganja pada kalangan masyarakat.

Iklan Komindag

Pemerintah Luksemburg melaporkan akan segera menerbitkan Undang-Undang Penggunaan Ganja dalam waktu dekat.

Menteri Kehakiman Luksemburg, Sam Tamson, menyampaikan perubahan undang-undang ini merupakan langkah pertama negaranya untuk menurunkan pengedaran narkoba.

“Kami pikir kami harus bertindak, kami memiliki masalah dengan narkoba dan ganja adalah obat yang paling banyak digunakan dan merupakan bagian besar dari pasar ilegal,” ujar Tomson dilansir dari The Guardian.

Baca Juga:
Pihak Keamanan Brasil Lakukan Investigasi Pasca Kerusuhan Di Brasilia

“Kami ingin memulainya dengan membiarkan orang menanamnya di rumah. Idenya adalah bahwa konsumen tidak berada dalam situasi ilegal jika dia mengonsumsi ganja dan kami tidak mendukung seluruh rantai ilegal mulai dari produksi, transportasi hingga penjualan di mana ada banyak kesengsaraan yang menyertainya. Kami ingin melakukan segala yang kami bisa untuk menjauh dari pasar gelap ilegal,” paparnya.

Dalam beleid itu, warga berusia 18 tahun ke atas diizinkan untuk menggunakan ganja. Setiap rumah tangga juga dibolehkan menanam hingga empat buah pohon ganja untuk keperluan konsumsi pribadi.

Baca Juga:
Pihak Keamanan Brasil Lakukan Investigasi Pasca Kerusuhan Di Brasilia

Pemerintah Luksemburg juga mengizinkan penjualan benih atau biji ganja melalui sistem online tanpa batasan jumlah atau kadar Tetrahydrocannabinol (THC) yang merupakan komponen psikoaktif ganja.

UU tersebut juga akan menurunkan sanksi denda terkait kepemilikan ganja maksimal tiga gram untuk obat menjadi antara US$29 atau sekitar Rp411 ribu menjadi US$581 atau Rp8,2 juta.

Meski demikian, mengkonsumsi ganja di depan umum, bagaimanapun, akan tetap dianggap ilegal oleh pemerintah.

Dilansir CNN, undang-undang baru tersebut telah mendapatkan dukungan dari koalisi pemerintah. Akan tetapi, pemungutan suara di parlemen masih diperlukan untuk mengesahkan RUU tersebut.

Baca Juga:
Pihak Keamanan Brasil Lakukan Investigasi Pasca Kerusuhan Di Brasilia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *