Hari Ini Dalam Sejarah, Jenderal McArthur Akhiri Agama Shinto di Jepang

Hari Ini Dalam Sejarah, Jenderal McArthur Akhiri Agama Shinto di Jepang
Jenderal MacArthur (1880 - 1964), menandatangani dokumen penyerahan Jepang, di atas kapal USS Missouri di Pelabuhan Tokyo. Di antara mereka yang berdiri di belakang adalah Letnan Jenderal Jonathan Wainright dan Letnan Jenderal Inggris AE Percival yang masing-masing telah menyerah kepada Jepang di Bataan dan Singapura/Foto: Keystone-France/Gamma-Keystone via Getty Images

Jakarta, Kanaltujuh.com –

Hari ini, 76 tahun yang lalu, Jenderal Amerika Serikat Douglas MacArthur yang kala itu sebagai Komandan Besar Sekutu untuk Perang Pasifik pada Perang Dunia II, mengumumkan sebuah keputusan untuk mengakhiri status kepercayaan tradisional Jepang (Shinto) sebagai agama resmi warga Negeri Sakura.

Iklan Komindag

Tepatnya pada 15 Desember 1945, Jenderal MacArthur mengeluarkan keputusan yang wajib dipatuhi Jepang agar Shintoisme tak lagi berlaku sebagai agama resmi kenegaraan Negeri Sakura.

Sebelumnya, tepatnya pada 2 September 1945, di atas kapal tempur AS USS Missouri yang tengah berlabuh di Teluk Tokyo, Jenderal MacArthur menandatangani surat penyerahan diri Jepang sebagai tanda kekalahan Nippon dalam Perang Dunia II kala itu.

Baca Juga:
Pihak Keamanan Brasil Lakukan Investigasi Pasca Kerusuhan Di Brasilia

Setelah penandatanganan tersebut, pihak sekutu, Amerika Serikat, memiliki tujuan untuk mereformasi Jepang. Tujuannya, agar Negeri Sakura tak lagi menimbulkan ancaman serupa seperti yang dilakukan pada Perang Dunia II.

Langkah pertama dalam rencana reformasi itu yaitu dengan melakukan demiliterisasi dan demobilisasi angkatan bersenjata Jepang. Sekutu juga memerintahkan Tokyo untuk menarik seluruh pasukan mereka di luar negeri untuk kembali ke tanah air.

Di samping itu, Sekutu juga mendesak Jepang agar segala macam doktrin dan kebijakan berbau militer harus ditidiadakan.

Kemudian langkah kedua adalah mengakhiri Shintoisme dari statusnya sebagai agama nasional Jepang. Langkah itu direalisasikan tepat pada 15 Desember 1945, dalam dokumen yang diberi nama ‘Directive for the Disestablishment of State Shinto, 1945‘.

Baca Juga:
Pihak Keamanan Brasil Lakukan Investigasi Pasca Kerusuhan Di Brasilia

Berikutnya: Dengan melakukan hal itu diharapkan dapat mempermulus proses …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *