Trenggalek, kanaltujuh.com
Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Trenggalek yang diketuai Wiji meminta pada pemerintah daerah Kabupaten Trenggalek agar segera melakukan perbaikan jalan di ruas jalan Ngares -Bendungan.
Pernyataan ini disampaikan Wiji melalui Rapat Dengar Pendapat yang dihadiri oleh Ketua DPRD Trenggalek, Ketua Komisi III beserta anggota, Sekda Trenggalek, Plt Kepala Dinas PUPR, Plt Kepala Dinas PKP Perhubungan, perwakilan warga Kecamatan Bendungan di Aula Gedung DPRD Trenggalek, Senin (04/05/2026).
” Kami minta ruas jalan Ngares-Bendungan segera diperbaiki, karena kerusakan jalan di jalur tersebut sangat parah,” kata Wiji.
Menanggapi hal tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Trenggalek Edy Supriyanto mengatakan bila ruas jalan tersebut dibangun maka akan mengalami kerusakan kembali dalam waktu singkat.
Alasannya karena di jalur tersebut setiap hari dilalui oleh kendaraan proyek strategis nasional Bendungan Bagong yang bermuatan tonase tinggi yang pada akhirnya membuat ruas jalan Ngares-Bendungan mengalami kerusakan.
“Kalaupun toh kita bangun pasti akan rusak kembali. Sementara Pemkab Trenggalek juga tidak ada perjanjian dengan pelaksana proyek, bila jalan rusak akan diperbaiki oleh pihak pelaksana, tidak ada perjanjian itu,” ungkap Edy di ruang RDP.
Sementara dari perwakilan BBWS Usep Nugraha mengatakan bila terjadi kerusakan jalan di ruas jalan Ngares-Bendungan maka pihaknya sudah meminta pada 4 perusahaan pelaksana proyek untuk melakukan perbaikan .
“Jadi begini bila ada jalan rusak di jalur tersebut maka kami sudah meminta pada 4 pelaksana proyek bendungan Bagong untuk bergantian memperbaiki kerusakan di jalur tersebut dan itu sudah dilakukan,” kata Usep.
Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Trenggalek Doding Rachmadi meminta pada 4 perusahaan pelaksana proyek strategis nasional Bendungan Bagong untuk segera melakukan perbaikan ruas jalan Ngares-Bendungan.
“Kami merekomendasikan 4 perusahaan pelaksana proyek strategis nasional Bendungan Bagong untuk segera melakukan perbaikan di ruas jalan Ngares-Bendungan,” kata Doding.
Doding melanjutkan anggaran yang digunakan untuk perbaikan kerusakan ruas jalan Ngares-Bebdungan berasal dari dana CSR (Corporate Sosial Responbility) dari 4 perusahaan tersebut.
Doding juga menyampaikan pembangunan proyek strategis nasional Bendungan Bagong dimulai sejak tahun 2018 dan akan berakhir pada tahun 2029.
