KSP Moeldoko: Pemerintah Masih Merancang Kebijakan Baru Terkait Pandemi Covid-19

KSP Moeldoko
Kepala Staf Presiden Moeldoko/Foto: Antara

Jakarta, Kanaltujuh.com –

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyampaikan bahwa saat ini pemerintah tengah merancang kebijakan baru pengalihan status dari pandemi ke endemi. Akan tetapi salah satu penilaian yang harus dipertimbangkan yaitu munculnya varian-varian baru Covid-19.

“Mobilitas penduduk kini sudah mulai meningkat lagi. Jangan sampai pemerintah terpaksa menerapkan PPKM Darurat lagi,” jelas Moeldoko dalam keterangan tertulis, Kamis, (9/9).

Moeldoko mengingatkan agar masyarakat tetap patuh protokol kesehatan agar kondisi Covid-19 tetap terkendali dan terus membaik. Ia menyebut angka positivity rate Indonesia per 6 September yang sudah turun menjadi 6,97 persen.

Baca Juga:
Jokowi Dukung Kinerja TNI-Polri Pemilu 2024, Kritik Dari PDIP Munculkan Kontroversi

Angka ini turun signifikan dari positivity rate pada Juli-Agustus yang berada di atas 15 persen.

Melihat fakta tersebut, kata Moeldoko, tinggal sedikit lagi bagi Indonesia untuk mencapai batas aman 5 persen WHO yang mengindikasikan situasi pandemi sudah terkendali.

Jenderal TNI Purnawirawan ini mengatakan bahwa pemerintah Indonesia selalu bersiap menghadapi pandemi dengan tiga kebijakan besar.Pertama, melalui pendekatan kesehatan, dimana tidak boleh banyak orang yang meninggal akibat Covid-19.

“Kedua, melalui pendekatan perut, dimana jangan ada perut masyarakat yang kosong. Terakhir, melalui pendekatan insentif, dimana jangan sampai usaha baik koperasi maupun korporasi berhenti akibat pandemi,” ungkapnya.

Baca Juga:
Jusuf Kalla Rencana Bertemu Megawati, Bahas Hak Angket Terkait Pemilu 2024

Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan sebelumnya menyebut ada tiga strategi pengendalian pandemi yang akan menjadi kunci utama dari transisi kehidupan ketika pandemi Covid-19 menjadi epidemi.

Tiga strategi itu merupakan upaya dalam meningkatkan cakupan vaksinasi yang menyeluruh untuk masyarakat Indonesia, testing-tracing-treatment yang baik, dan kepatuhan protokol kesehatan yang tinggi.

Baca Juga:
Adira Finance Mencatatkan Laba Bersih Sebesar Rp1,94 Triliun Di Tahun 2023 (Jawa Timur)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *