BMKG Jelaskan Dampak Fenomena La Nina

Jakarta, Kanaltujuh.com –

Koordinator Bidang Diseminasi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Hary Tirto Djatmiko, menjelaskan dampak yang diakibatkan oleh fenomena cuaca La Nina yaitu terjadinya penambahan uap air.

Level penambahannya berkisar 20 – 70 atau bahkan 100 persen dari keadaan normal.

“Kalau dampaknya, yaitu penambahan uap airnya tadi, setiap daerah berbeda. Kalau berkaca dari tahun lalu, maka kisarannya akan 20 – 70 persen,” ujar Hary dalam diskusi daring Polemik Trijaya bertajuk ‘Indonesia Siaga Bencana’, Sabtu (6/11).

Baca Juga:
Indonesia Bergerak Cegah Eskalasi Konflik di Timur Tengah

“Kalau berkaca tahun lalu, 20 -70, bahkan ada yang meningkatnya (volume uap air) sampai 100 persen,” tambahnya.

Akan tetapi, tidak semua wilayah merasakan dampak yang sama dari fenomena La Nina.

Setiap wilayah memiliki dampak berbeda, tergantung dari indeks atau kondisi La Nina pada wilayah tersebut. Ada daerah yang alami hujan lebat dengan volume air besar, ada juga yang bahkan kekurangan curah hujan.

Bencana dari fenomena La Nina yang dominan terjadi ialah menyangkut hidrometeorologi. Antara lain genangan, banjir, longsor, atau banjir bandang.

Baca Juga:
Indonesia Bergerak Cegah Eskalasi Konflik di Timur Tengah

“Biasanya musim hujan seperti ini, genangan, banjir, longsor, atau banjir bandang. Itu mendominasi karena volume air akan bertambah,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *