BPBD dan Dinkes Jatim Terjunkan Bantuan Bagi Korban Erupsi Semeru

Jakarta, Kanaltujuh.com –

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur menerjunkan bantuan ke lokasi terdampak awan panas erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.

Iklan Komindag

“Bantuan telah dikirim beserta tim ke lokasi kejadian,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur (Jatim) Budi Santosa ketika dikonfirmasi dari Lumajang, Minggu (5/12) dini hari.

Bantuan dari Dinas Kesehatan dan Pusat Krisis Kesehatan Provinsi Jawa Timur berupa masker 10.000 pcs, satu unit tenda 4×4 meter, satu lusin sepatu boot, kacamata google 10 pcs dan 36 pasang sarung tangan karet.

Baca Juga:
Presiden Jokowi: Rencana Kenaikan Biaya Haji Masih Belum Final

Sedangkan bantuan dari BPBD Jatim berupa 60 paket lauk pauk, 60 paket tambah gizi, 200 pcs selimut, 20 paket “family kids”, 20 paket kids ware, 300 paket sembako, 20 lembar terpal, 10 lembar kantong jenazah dan 50 popok.

Kemudian, 10.000 pcs masker kain, 10.000 pcs masker medis, 2.000 pcs masker KF 94, sandang 25 paket, air 13 karton, biskuit bayi dua dus, dua dus minyak telon, satu dus minyak kayu putih, dua dus obat masuk angin dan empat dus pampres anak.

Baca Juga:
Gubernur Khofifah Resmikan 25 Unit Rumah Hunian Bagi Warga Terdampak Bencana Di Trenggalek

Berikutnya, tiga dus pampers dewasa, satu dus besar shampoo, dua dus besar sabun cuci, satu dus besar pasta dan sikat gigi, satu dus besar sabun mandi, 50 pcs kacamata google, 1.000 pcs glangsing, 50 pasang sepatu boot serta 40 pcs sarung tangan.

Selanjutnya, delapan jurigen cairan pembersih tangan, dua botol dus cairan pembersih tangan, 10 jurigen alkohol, dua dus kopi, 25 paket sandang, 500 kilogram beras dan 50 dus mi instan.

“Kami juga membawa peralatan seperti trailchainsaw, tenda pengungsi, tenda posko, genset, meja, kursi, menara lampu, cangkul dan alat yang diperlukan lainnya,” kata Budi.

Baca Juga:
KPK Selidiki Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Material Pembangunan Kapal Angkut di Kemenhan

Sementara itu, Dinas Kesehatan Jatim berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Malang dan Lumajang untuk menyiagakan kebutuhan sesuai Rencana Kontijensi dan Rencana Operasi yang sudah dimiliki.

Selain itu, Dinkes Jatim juga memonitor kondisi fasilitas kesehatan primer dan sekunder, lalu menyiagakan Puskesmas di Lumajang dan Malang, menyiapkan Tim RHA untuk melakukan Rapid Health Assesment atau Kaji Cepat Bidang Kesehatan untuk mengetahui kebutuhan bidang kesehatan di lokasi bencana.

Di samping itu, Dinkes Jatim juga telah menerjunkan tim beserta perlengkapan bersifat mobile guna mendukung komunikasi bidang kesehatan.

Baca Juga:
Kemenag Usulkan Kenaikan Biaya Haji Jadi Rp. 69 Juta, Begini Alasannya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *