Kasus Covid-19 Meningkat, Satgas Tambah Kuota Tempat Tidur di Rumah Sakit Rujukan

Kasus Covid-19 Meningkat, Satgas Tambah Kuota Tempat Tidur di Rumah Sakit Rujukan
Ruang darurat penanganan Covid-19 di Wisma Atlet, Jakarta/Foto: Antara

Jakarta, Kanaltujuh.com –

Satgas Penanganan Covid-19 menambah kuota tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19. Penambahan ini untuk mengantisipasi lonjakan pasien yang membutuhkan penanganan dari bertambahnya kasus Omicron.

Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan kuota penambahan tempat tidur yang telah disediakan pemerintah di RS rujukan saat ini mencapai 10.996. Kasur itu diletakkan di ruang isolasi maupun ICU.

“Angka ini dapat dioptimalkan dengan mengkonversikan hingga 40 kali dan kebutuhannya bertambah di kemudian hari,” jelasnya ketika konferensi pers secara daring, Rabu (2/2/2022).

Baca Juga:
Puncak Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak Diperkirakan Terjadi Pada 6 April 2024

Peningkatan jumlah kasur ini, kata Wiku, karena tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) terpantau mulai naik di RS rujukan Covid-19 secara nasional. Wiku menyebutkan hingga 30 Januari 2022, rata-rata BOR RS rujukan Covid-19 telah mencapai 13,89 persen.

Lebih lanjut, kata Wiku, kini yang menjadi sorotan utama pemerintah adalah menangani pasien Covid-19 sebaik mungkin agar segera sembuh. Selain itu Satgas juga berupaya mencegah agar tidak ada lagi masyarakat yang tertular Covid-19 terutama setelah merebaknya varian Omicron.

Akan tetapi, Wiku menilai tren kematian akibat Covid-19 pada beberapa hari terakhir jauh lebih rendah dari gelombang pertama Covid-19. Saat itu, jumlah korban jiwa mencapai 300 dalam satu hari sedangkan saat ini, per 1 Februari 2022 ada 28 kematian akibat kasus Covid-19.

Baca Juga:
Puncak Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak Diperkirakan Terjadi Pada 6 April 2024

“Maka dapat diartikan sebagian besar kasus positif yang ada memiliki peluang yang besar untuk sembuh. Bahkan pada pasien positif Omicron 90 persen mengalami gejala ringan dan tanpa gejala,” ungkap dia.

Di samping itu, pemerintah juga telah memastikan ketersediaan tempat isolasi maupun karantina di berbagai tempat.

Saat ini terdapat 7.894 tempat tidur di Wisma Atlet Kemayoran untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) yang bergejala ringan dan sedang.

Lalu 5.796 tempat tidur di Wisma Atlet Pademangan dan 1.566 tempat tidur di Rusun Penggilingan untuk PPLN tanpa gejala.

Baca Juga:
Puncak Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak Diperkirakan Terjadi Pada 6 April 2024

Selain itu, upaya mengantisipasi semakin naiknya kasus Omicron ialah dengan menyediakan 444 tempat tidur di 6 RS rujukan Covid-19 untuk PPLN gejala berat dan 663 tempat tidur di 6 hotel.

Kemudian tempat isolasi terpusat untuk PPLN tanpa gejala dan gejala ringan serta lebih dari 76 ribu tempat isolasi terpusat di seluruh Indonesia.

Baca Juga:
Puncak Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Merak Diperkirakan Terjadi Pada 6 April 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *